Tuesday, January 16, 2007

Konya, kotanya Rumi

Kami tiba di Konya dari arah timur melalui jalan raya Kayseri - Konya yang sebagian besar bersalju tebal.
Setelah melewati Caravan Seray, pemandangan dah gak putih lagi , rupanya badai salju gak nyampe kesini, tapi..ketika kami di Mausoleumnya Rumi, ada sedikit salju turun, tapi ternyata hanya sebentar dan gak sampai putih seperti di Cappadocia.
Temperatur saat itu sudah mencapai minus sebenernya, hanya mungkin karena kelembabannya belum mencapai titik tertentu maka salju ternyata gak turun disini....hiks...
Malam selain kami habiskan dihotel beristirahat ada juga sedikit jalan olah raga sambil nyobain udara dinginnya Konya lalu jalan sebnentaran kepertokoan didepan hotel dalam cuaca yang bener2 dingin, sampai Dewi yang ninggalin botol minum di mobil saja, airnya sebagian jadi beku....
Pokoknya dikota ini kami bener2 kedinginan... suhu kemarin malam -7, dan pagi ini katanya masih -2...
Lies sekeluarga pada minum obat, Dewi juga masuk angin sepulangnya dari Konya, kebetulan pasangan manula ( mas dan aku) dan Bamby agak sehat....tapi sesampainya di AD kami bertiga tidurnya kelewat lama selama beberapa hari. he he he he.....

Kota Konya sendiri dikenal sebagai ibukota kerajaan Selcuk Turki (Sebelum Otoman) dan sebagai tempat dimana mausoleum dari Mevlana Celelladin Rumi (Jalaludin Rumi).
Rumi adalah Sufi besar dan penyair genius, yang lahir pada tahun 1207 dan wafat tahun 1273.
Yang merupakan tokoh yang disegani oleh kesultanan Selcuk masa itu dan memiliki sekolah agama.
Puisi2 Rumi, dirangkumkan dalam setidaknya dalam 2 buah kumpulan karya besar yaitu Masnawi dan Divan. Karya2 ini sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa.
Rumi memandang Allah sebagai pakar kaligrafi yang ditangan pakar ini hati menjadi seperti pena. Sikap Rumi ini didukung oleh hadist yang mengatakan bahwa : " hati seorang mukmin itu berada diantara dua jari Sang Pengasih".

Salah satu karya Rumi :

Hatiku jadi seperti pena

Diantara jari jemari Sang Tercinta
Malam ini Dia tulis Z, barangkali besok B
Dia persiapkan baik2 penaNya
Untuk menuliskan perbaikan dan penghapusan

Kata pena : "Aku taat karena Dikau maha tau apa yang harus diperbuat"
Kadang Dia hitamkan wajahnya, lalu Dia hapus dengan rambutNya
Kini Dia memegangnya terbalik, kadang Dia menulis dengannya juga


( Divan 2530 )

Maulawiyah Order ( Tarikat Maulawiyah) yang didirikan oleh putra Rumi, Sultan Walad, sangat dikenal dengan upacara Whirling Dervish nya.
Dan Unesco memutuskan untuk terlibat dalam perayaan 800 tahun kelahiran dari Rumi Desember 2007.


Papa dah mulai cerah lagi setibanya di Museum Rumi, tadi agak tegang gara2 badai salju, takut gak bisa mampir ke museum dan mausoleum disini.

Salah satu coretan pena Rumi.

Kubah hijau ini khasnya bangunan ini...

Pintu masuk ke mausoleum nya...

mejeng dulu bersama Bamby

eh mejeng juga bersama mama

lhaa mejeng bertiga, nah itu si guidenya nongol.....

mulai deh kuburan2 disini....

entah neh kuburan siapa tapi uniknya nisannya dikasih sorban.

Ini juga pale sorban... , dibelakang sana ternyata ada pintu lagi ? kemana ya ?

hiasan2 di mausoleum ini sih emang lumayan indah.... cuman ya kalau malam2 kesini biar rame2 juga ogah ah...

Makam Rumi

Yang pada berdoa didepan makam Rumi.

papa "ketemu" Rumi juga akhirnya....

makam murid2nya Rumi

sana juga makam sebagian dari murid2 nya Rumi.... banyak juga makam2 disini.

Lha ada yang kecil juga makamnya.... ini kerandanya ditutupin atau model kuburannya kayak gini ?

makam para sultan setelah Rumi....

Yang didalam sana makam ortunya Rumi...

Nah ini denah makamnya siapa2 aja yang ada dalam mausoleum ini.....

Dengan kerumunan orang didepan makam Rumi....

Dengan Bamby didepan makam Rumi...

barang2 peninggalan jaman Rumi...

benda2 kuno ini yang dipake pada jaman Rumi

jubahnya Rumi, bawah zoom in penjelasannya.

nah ini dia penjelasannya.....

ini juga....

lampu yang digantung dimesjid jaman mamluk

Juga hanging lamp dari jaman mamluk

lukisan tarian ritual whirling darwis.

peninggalan Rumi, standar al Qur'an, dll......

Salah satu buku tulisannya Rumi, prosa Mathnawi.

buku Puisi Rumi, Divan Kabir.

duhhhh ini tasbih gede amir

Qur'an kuno

Juga Quran kuno

Didalam kotak ini ada janggutnya Rasuallah saw.

Ini penjelasanya....

suling yang dipake di whirling darwis

Kemudian kami menuju ke museumnya, dimana digambarkan keseharian Mevlevi juga bersama dengan para darwishnya/dervish.

alat2 musik lainnya....

entah ini ceritanya apa ya ? kayaknya pengajaran karena Rumi juga seorang guru sebuah madrasah.

keseharian Mevlana......

yang jelas ini mah menggambarkan tarian whirling darwis

jubah2 yang dipakai jaman itu

Wilayah penyebaran Tarikah Maulawiyah di Turki.

Tasnya messenger jaman itu

Foto / lukisan yang menggambarkan wajah Mevlana Rumi. Pada jaman itu gak ada foto soale, di sekitar tahun kehidupan Rumi 1207 - 1273.

yang kanan adalah para darwish yang akan pergi kepasar. Sedang yang dikiri adalah kokinya.

Koki dan peralatan dapurnya

peralatan dapur kuno

Whirling Darwish

makan malam bersama Mevlevi.

zoom keterangannya

yang sedang santai

yang sholat

zoom in nya....

sebenernya saat ini salju ringan sedang turun tapi saking ringannya gak ketangkap oleh cameraku, dan jangan tanya dinginnya saat ini.

Bamby bersama Fattah, kompak juga.

Iiihhhh foto dulu ah bersama mama....

walah yang udah lega bisa lihat mausoleumnya Rumi.....

Perjalanan selanjutnya kami ke karatay museum, tile museum dari jaman selcuk yang katanya indah banget tapiiii sayangnya tutup, gara2 lagi direstorasi.

Dongkol juga , kok pihak tournya gak ngecek dulu seh....

Lihat deh guidenya yang orang Turki aja kedinginan....


Pemandangan traffic di Konya.

Lha ada yang nyengir habis , kelihatan dah lega deh ....

Bamby kedinginan dan pak Irfan juga terbungkus rapat.

Biar gak bisa masuk ke tile museum tapi mejeng didepannya kan boljug deh...

Bisnya kota Konya tuh gede2 mana banyak yang gandengan2 gitu.

Nah ini dia tulisannya kalau lagi direstorasi... huh sialan, tau kalau direstorasi kan tadi berangkatnya ke Konya lebih laat dikit kan gpp....*masih dongkol bukan main deh gara2 gak bisa menikmati hujan salju di Urgup*

kayak gini deh pemandangan parking placenya Konya, kuno banget kotanya seh.

foto ini diambil dari hotel kami, gak lama setelah kita cek ini di hotel Oyzkaimak Garden, dan mulai deh kamarnya agak menciut lagi walau gak sekecil di Istanbul.

Papa yang sedang beraingan, kayaknya rada capek juga.

gini deh kamarnya, gak besar amat tapinya juga gak kecil2 amat masih cukup buat sholat, lihat tuh sajadah sholat kami.
Malam ini kita makan dihotel, menunya biasa bufet dan acara bebas setelah makan malam. Kita2 pada jalan ke mall didepan hotel ini, yang payahnya dalam mall diset panas banget sedang diluar -7...
Pas jalan keudara luar rasanya pipi perih banget, tapi begitu masuk ke mallnya...duhhhh ampun panasnya. Jadi gak nyaman banget didalam mallnya secara aku kan pake baju mayan hangat buat udara luar, jadi didalam mall minta ampun deh mana papanya juga ribut aja pengen ketoko buku.... sebel banget deh.
pokoknya bete banget malem ini, pengen masuk spm nya juga, neh dua lelaki pengennya ketempat lain, papa toko buku, anaknya mau ketempat lain duh, jadi gak match, akhirnya yang ada kita keliling2 aja sekitar hotel, terus aku dan bamby balik kekamar, papanya kembali ke mall ke toko buku... pliz deh...
Bayangkan aja dah kekota ini aku samsek gak ada yang tertarik, tapi tadi lagi asyik2nya salju turun kudu buru2 berangkat, sekarang pengen santai jalan2 papanya malah pengen ketoko buku....
kan sebel...
Biasa kan perempuan kalau dah jalan2 gini kan pengennya ya explore, masa dari tadi cuman yang urusan Rumi aja..... ngebetein aja ....*duh curhat*



back to : PERJALANAN KE TURKI

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home